Monday, May 3, 2021

ALAT OPTIK

CONTOH ALAT-ALAT OPTIK  DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


1. KACAMATA

Kacamata merupakan alat optik yang digunakan untuk membantu melihat pada orang yang memiliki cacat mata, baik itu rabun jauh, rabun dekat, ataupun mata silindris. Kacamata terdiri dari lensa cembung atau cekung (tergantung jenis cacat matanya), frame atau kerangka yang menyangga lensa.

Kacamata berfungsi dengan cara mengatur bayangan agar jatuh tepat di retina, dengan cara menjauhkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun jauh dan mendekatkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun dekat.

titik jatuh bayangan pada lensa kacamata


Gambar paling atas adalah gambar mata normal, belum mengalami cacat mata, mata normal tidak memerlukan kacamata, karena gambar bayangan tepat di retina mata. gambar yang di lihat jelas dan tidak kabur.

sedangkan gambar tengah adalah  gambar penderita hypermetropy, yaitu bayangan benda melewati retina. penderita hypermetropi akan melihat bayangan kabur. agar penglihatan menjadi normal maka perlu di bantu dengan kacamata cembung atau kacamata (+). lihat gambar. setelah memakai kacamata gambar yang awalnya di belakang retina kini menjadi tepat di retina. sehingga mata menjadi normal dan dapat melihat dengan jelas.

sedangkan gambar bawah adalah  gambar penderita myopi, yaitu bayangan benda di depan retina. penderita myopi akan melihat bayangan kabur. agar penglihatan menjadi normal maka perlu di bantu dengan kacamata cemkung atau kacamata (-). lihat gambar. setelah memakai kacamata gambar yang awalnya di depan retina kini menjadi tepat di retina. sehingga mata menjadi normal dan dapat melihat dengan jelas.

Jauh dekatnya bayangan terhadap lensa (kacamata) yang digunakan tergantung pada letak objek, jarak fokus lensa, dan kekuatan atau daya lensa.

Kekuatan atau daya lensa dirumuskan dengan:

P = \frac{1}{f}

di mana:

P = kekuatan atau daya lensa (dioptri)
f = jarak fokus lensa (m)

Untuk mencari jarak fokus lensa, kita bisa mendapatkannya dengan menggunakan rumus:

\frac{1}{f} = \frac{1}{s} + \frac{1}{s'}

dimana,

s = jarak benda ke lensa (m)
s’ = jarak bayangan ke lensa (m)

Oleh karena itulah saat kita memeriksa matanya ke dokter mata, maka kita disuruh membaca rangkaian huruf-huruf di depan kita dengan jarak yang sudah ditentukan sehingga dokter dapat menentukan jarak fokus lensa untuk mengetahui besarnya daya lensa yang dibutuhkan.

2. Kamera 

Kamera merupakan alat untuk menghasilkan foto. Cara kerja kamera hampir sama dengan cara kerja mata, yakni cahaya masuk difokuskan oleh lensa dan kemudian ditangkap oleh retina yang merupakan sensor pada kamera.

Rumus untuk mencari titik fokus pada lensa kamera sama seperti yang kita gunakan pada lensa (kacamata) diatas.

Pada gambar di bawah ini merupakan cara kerja kamera modern yang kita pakai. Terdapat sistem lensa yang terdiri lebih dari satu lensa dan sensor yang dipakai adalah sensor digital.

alat optik kamera

3. Mikroskop

Mikroskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat objek-objek yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata. Cara kerja mikroskop adalah dengan memperbesar bayangan sehingga tampak lebih besar dan jelas.

Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yakni lensa okuler dan lensa objektif. Perbesaran pada mikroskop sama dengan perkalian antara pembesaran pada lensa okuler dengan pembesaran pada lensa objektif.

macam macam alat optik mikroskop

Perbesaran total mikroskop dapat dirumuskan dengan:

M = M_{ob} \times M_{ok}

di mana:

Mob = perbesaran lensa objektif
Mok = perbesaran lensa okuler

Untuk perbesaran lensa objektif, dapat dihitung dengan rumus:

M_{ob} = \frac{s'_{ob}}{s_{ob}}

Untuk perbesaran lensa okuler dengan pengamatan tanpa akomodasi, kita bisa menghitungnya dengan rumus:

M_{ok} = \frac{s_n}{f_{ok}}

Sedangkan, untuk perbesaran lensa okuler dengan mata berakomodasi maksimum:

M_{ok} = \frac{s_n}{f_{ok}} + 1

Dengan menjumlahkan jarak bayangan dari lensa objektif ke lensa objektif dan lensa objektif ke lensa okuler, kita dapat mengetahui panjang mikroskop yang dituliskan dengan:

d = s'_{ob} + s'_{ok}

4. Teropong/Teleskop

Teropong merupakan alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang jaraknya jauh dari pengamat sehingga tampak lebih dekat dan lebih jelas. Galileo L. Galilei merupakan penemu teleskop, atau yang saat ini kita kenal sebagai teropong.

Teropong terdiri dari dua macam: teropong bintang untuk melihat benda-benda angkasa, dan teropong bumi untuk mengamati benda-benda di bumi yang jaraknya jauh dari pengamat. Komponen alat optik pada teropong secara umum dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

komponen alat optik teropong

Teropong bintang saat ini sudah jauh berbeda dengan yang terdahulu. Teropong bintang saat ini menggunakan cermin pantulan untuk memperjelas objek.

Untuk perbesaran teropong pada saat mata tidak berakomodasi dapat dihitung dengan rumus:

M = \frac{f_{ob}}{f_{ok}}

Sedangkan, untuk perbesaran teropong dengan mata berakomodasi maksimum:

M = \frac{f_{ob}}{s_{ok}}

5. Kaca Pembesar (LUP)

Kaca pembesar merupakan alat optik yang sangat sederhana, terdiri dari satu lensa cembung yang berfungsi untuk mengamati benda kecil agar terlihat lebih besar dan jelas.

Rumus untuk mencari pembesaran pada kaca pembesar baik untuk mata tanpa akomodasi maupun untuk mata berakomodasi maksimum sama dengan rumus pada lensa okuler mikroskop.

Contoh Soal Alat Optik dan Pembahasan

Contoh Soal 1

Berapa pembesaran mikroskop jika lensa okulernya memiliki pembesaran 5 x, dan lensa objektifnya memiliki pembesaran 3 x?

a) 15 x
b) 24 x
c) 40 x
d) 44 x

Pembahasan:

Jawaban yang benar adalah A.

Pembesaran pada mikroskop merupakan perkalian kedua lensanya, maka:

M = M_{ob} \times M_{ok}

M = 5 x 3

M = 15 kali perbesarannya

Contoh Soal 2

Setelah pengukuran di dokter mata, kamu menderita rabun dekat dan hanya dapat melihat dengan jelas dari jarak 40 cm dimana normalnya adalah 25 cm. Berapa kekuatan lensa yang harus kamu pakai agar fungsi mata kembali normal?

a) 1
b) 1,5
c) 2
d) 2,5

Pembahasan:

s = 25 cm
s’ = -40 cm

(tanda negatif menunjukkan bayangan bersifat maya di depan lensa)

Untuk menghitung titik fokusnya, kita dapat mencarinya dengan:

\frac{1}{f} = \frac{1}{s} + \frac{1}{s'}

\frac{1}{f} = \frac{1}{25} - \frac{1}{40} = \frac{1,5}{100}

1,5 f = 100

f = 66,67 cm = 0.667m

Maka, kita dapat mengetahui kekuatan lensa yang dibutuhkan sebesar:

P = \frac{1}{f}

P = \frac{1}{0,154}

P = 1,5

Jadi, kamu perlu memakai kacamata dengan kekuatan 1,5 (plus 1,5).



TUGAS ALAT OPTIK 

No. 1. 

Sebutkan contoh alat-alat optik ?

No. 2. 

Apa fungsi dari : 

    a. kacamata  

    b. Mikroskop    

    c. Teleskop     

    d. kaca pembesar

No. 3. 

Setelah pengukuran di dokter mata, kamu menderita rabun dekat dan hanya dapat melihat  dengan jelas dari jarak 50 cm dimana normalnya adalah 25 cm. Berapa kekuatan lensa yang harus kamu pakai agar fungsi mata kembali normal?

Silahkan di jawab di kolom komentar pribadi. 





Monday, March 29, 2021

CERMIN, LENSA CEKUNG DAN CEMBUNG

 Assalamualaikum Wr Wb... selamat siang semuanya, salam sehat dari bapak.

Sebagaimana kita ketahui bahwa cermin dan lensa memiliki perbedaan, diantaranya adalah : cermin memantulkan cahaya. sedangkan lensa menerusakan cahaya terbuat dari bahan bening yang dapat di tembus cahaya.

SINAR ISTIMEWA

jika seberkas sinar menuju sebuah cermin cembung, maka berkas sinar akan dipantulkan. jika berkasnya sejajar sumbu utama maka sinar akan dipantulkan seolah-olah melalui titik fokus. tetapi jika berkas sinar melewati lensa cembung maka sinar akan diteruskan kemudian sinar akan berbelok menuju titik fokus. 
Sinar istimewa pada cermin cembung contohnya bagian luar sendok / kaca sepion.
1. sinar datang sejajar akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus
2. sinar yang datang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
3. sinar yang datang menuju jari-jari kelengkungan lensa (2f) akan dipantulkan kembali sejajar sinar datang.
Jika 

sedangkan pada lensa cembung sinar istimewa nya adalah :
1. sinar yang datang sejajar sumbu utama akan di teruskan menuju titik fokus
2. sinar yang datang berasar dari titik fokus akan diteruskan sejajar sumbu utama
3. sinar yang berasal dari pusat kelengkungan lensa akan diteruskan .




Sedangkan pada cermin CEKUNG contohnya bagian dalam sendok.


Sedangkan pada lensa CEKUNG 




PERHATIKAN PERBANDINGAN CERMIN DAN LENSA 


Meskipun sinar istimewa berbeda beda tetapi rumus universal cermin dan lensa berlaku sebagai berikut :



Ketentuan-ketentuannya : 
untuk cermin cembung  f bernilai negatif
untuk cermin cekung f bernilai positif
untuk lensa cembung f bernilai positif
untuk lensa cekung f bernilai negatif.


SIFAT BAYANGAN 

untuk bisa memahami sifat bayangan kita harus menguasai sinar-sinar istimewa pada cermin dan lensa. karena sinar istimewa menjadi acuan dalam pembentukan bayangan, namun begitu beberapa hal bisa diperkirakan dan akurat dengan cara membagi beberapa bagian pada lensa maupun cermin.

Pada CERMIN :
jika benda berada diantara lensa dan titik fokus (dikatakan berada pada ruang I, maka bayangan pada ruang IV dan sifat bayangannya adalah tegak, maya, diperbesar. (untuk menghafalnya inget saja dari ruang 1 ke ruang 4 berarti makain besar, maka benda makin besar atau diperbesar.
jika benda berada diantara f dan 2f benda dikatakan berada pada ruang II, maka bayangannya ada di ruang III. sifat bayangannya : diperbesar, terbalik, nyata (menghafalnya dari 2 ke 3 makin besar berarti diperbesar, sedangkan bayangan dari 2 ke3, bayangan terbalik.
jika benda berada lebih besar dari 2f, atau berada di ruang III, maka bayangannya ada di ruang II, dan sifat bayangannnya adalah : diperkecil, terbalik dan nyata.

Jika kalian pahami konsepnya kalian tidak akan lupa dengan aturan itu. begitu juga berlaku pada lensa. hanya saja pada lensa bayangan berada pada ruang setelah lensa... sedangkan ketentuannya mirif.



Contoh soal : 
  1. Sebuah cermin cembung memiliki titik fokus 10 cm, jika benda pada jarak 15 cm didepan cermin, berapakah jarak bayangannya ? dan tentukan sifat bayangannya.
  2. Sebuah lensa cembung memiliki titik fokus 5 cm, jika benda berjarak 15 cm, berapa jarak bayangannya dan bagaimana sifat bayangannya ?

JAWAB : 

1. titik fokus cermin = 10 cm, karena cermin cembung maka f bernilai negatif.

       1/f =   1/ Si   +   1/  So

        1/-10    =  1/Si   +   1/15

        pindahkan angka sesama angka agar bisa disederhanakan (melewati tanda = berubah tanda)

            1/Si  =  -1/10   -  1/15

        samakan penyebutnya

            1/Si  =  -3/30  - 2/30

            1/Si  =    - 5/30

            1/Si  =   -  1/6

            Si  =   - 6 cm.

            Sifat bayangannnya : karena titik fokus = 10 dan benda berda pada jarak 15 cm, berarti benda berada pada ruang antara f dan 2f atau pada ruang II, bayangannya berati di ruang III. sifat bayangannya berarti : diperbesar, terbalik, nyata.


2. titik fokus lensa = 5 cm, karena lensa cembung maka f bernilai positif.

       1/f =   1/ Si   +   1/  So

        1/5    =  1/Si   +   1/15

        pindahkan angka sesama angka agar bisa disederhanakan (melewati tanda = berubah tanda)

            1/Si  =  1/5   -  1/15

            samakan penyebutnya :

            1/Si  =  3/15  - 1/15

            1/Si  =    2/15

               Si  =   15/2 cm.

                    = 7.5 cm

            Sifat bayangannnya : karena titik fokus = 5 dan benda berda pada jarak 15 cm, berarti benda berada pada ruang antara 2f ke atas atau pada ruang III, bayangannya berati di ruang II. sifat bayangannya berarti : diperkecil, terbalik, nyata.


Sampai di sini Bapak anggap kalian sudah bisa memahami jika kalian benar-benar menyimak keterangan bapak dengan penuh perhatian. untuk selanjutnya ini ada tugas untuk kalian : 

Kerjakan Tugas ini : tugas ini sudah bapak share dalam GCR, kalian bisa kerjakan di sana. tetapi bagi yang bermasalah dengan GCR bisa chattig bapak meskipun ini tidak bapak sarankan karena chat di wa akan mudah hilang karena tertumpuk dengan chat yang begitu banyak.

SOAL TUGAS :

  1. Tentukan sifat bayangan dan jarak bayangan yang terjadi pada lensa cembung dengan f  = 3 cm dengan jarak benda dari lensa 12 cm.
  2. Berapa jarak bayangan jika benda berada pada jarak 10 cm di depan cermin cembung dengan titik fokus 5 cm.  sebutkan juga sifat banyangannya.
SELAMAT BEKERJA






Friday, March 26, 2021

PEMBAHASAN TRY-OUT 2021 SMPN 266 (UJIAN)

Assalamualaikum Wr Wb selamat siang
Berikit ini pembahasan soal truyout 2021
Pelajaran IPA

Donload disini    UNDUH


 

1.      Perhatikan gambar berikut !

A









Agar system tuas diatas seimbang berlaku ketentuan sebagai berikut :

 

F kiri = F kanan

 

(150 x mA) + (100 x mB) = (150 x mC)

 

mA = massa benda A

mB = massa benda B

mC = massa benda C

 

jika mA = 2 Kg , mB = 1 Kg berapakah massa C ?

 

(150 x 2) + (100 x 1) = (mC x 150)     à kerjakan dalam kurung dulu

 

400 = mC x 150         mC = 400/150    =  2 2/3 =  2.66 Kg.

 

Begitu cara menyelesaikan contoh soal tuas. Tentu saja dalam ujian sang pembuat soal membuat varian yang berbeda-beda tetapi konsep fisikanya sama. Yaitu agar system seimbang momen gaya sebelah kiri sama dengan momen gaya sebelah kanan.   

 

 

2.      Perhatikan gambar berikut !





Jika massa bola 7 kg dan percepatan gravitasi 10 m/s2, maka ketinggian maksimum yang akan dicapai bola dengan acuan lantai dasar adalah ….

 

Solusi

 

Rumus ketinggian maksimum benda jatuh bebas atau bergerak ke atas adalah 

 

      h    = Vo2 / 2.g

            = 102  / 2.10

            = 100/20

            = 5 m  (dari titik awal) jika di ukur dari lantai berarti di jumlah menjadi 9m.

 

 

3.      Perhatikan gambar berikut !


 


 

Jika balok berpindah sejauh 5 m dengan usaha 5 joule, maka besarnya gaya gesek  yang dialami balok adalah …. 

 

SOLUSI =  momen gaya nya ke kiri 14 ke kanan 17 N jadi   jumlah momen gaya adalah selisih kanan di kurangi kiri, 17 N – 14 N = 3 N.

 

W = ( F – gaya gesek) x perpindahan

5 J  = (3 N – gayagesek) x 5 m           

5/5  =  3 – gaya-gesek

1 = 3 – gaya gesek  

 

Jadi gaya gesek = 2 N

 

 

 

4.      Perhatikan gambar berikut !





Jika balok – balok tersebut terbuat dari bahan yang sama, urutan balok yang memberikan tekanan terbesar ke terkecil terhadap lantai secara berturut – turut adalah …

 

Karena balok terbuat dari bahan yang sama berarti massa jenis balok adalah sama.

 

P = F/A  = ( m x g ) / A  = ( r x volume x g ) / A

 

Karena massa jenis dan gravitasi bumi sama maka massa jenis dapat kita abaikan, persamaannya menjadi

 

P sebanding dengan volume / A  =  volume / luas

P sebanding dengan tinggi (h)

Jadi tekanan terbesar adalah benda yang paling tinggi.

2-1-3-4

 

 

 

5.      Perhatikan gambar berikut !



 

 Jika benda digeser 20 cm menjauhi lensa,  sifat bayangan yang terbentuk adalah ….

 

Solusi :

Dari gambar terlihat bahwa titik focus lensa adalah 24. Jika benda di geser 20 cm menjauhi lensa berarti benda sekarang 44 cm. jika titik focus 24, berarti 2F = 48. Artinya jarak benda 44 cm berada pada rentang 24-48, yaitu berada pada ruang II.

 

Untuk soal ini

Ruang I = 0 – 24

Ruang II = 24 – 48

Ruang III = 48 – takterhingga

 

Sebagaimana aturan dalam sinar istimewa pada lensa  :

Jika benda di ruang I maka bayangan di ruang IV

Jika benda di ruang II maka bayangan di ruang III

Jika benda di ruang III maka bayangan di ruang II

 

Sifat sifat bayangan : jika banyangan di ruang I = tegak diperkecil

Jika bayangan di ruang II : terbalik, diperkecil, nyata

Jika bayangan di ruang III : diperbesar, terbalik, nyata

Jika bayangan di ruang IV : diperbesar, maya, tegak

 

Jadi pada soal ini benda ada di ruang II, berarti bayangan ada di ruang III, sifat-sifat bayangan nya adalah : diperbesar, terbalik, nyata.

 

 

6.      Perhatikan gambar berikut !

Kapal  penelitian sedang melakukan pengukuran kedalaman laut dengan menggunakan sonar. Gelombang bunyi yang dipantulkan oleh dasar laut diterima kembali di kapal setelah 10 detik.  Jika kecepatan rambat bunyi di air 320 m/s,  maka kedalaman laut di titik tersebut adalah ….

 


    Kedalaman = ½ (V x  t)   = ½ (320 m/s x 10 detik) = 1600 m

 

 

7.      Perhatikan ilustrasi berikut !

1.        Kaca digosok  dengan kain sutra,

Kaca akan bermuatan positif karena electron akan berpindah dari kaca.

 

2.        Plastik digosok dengan kain wol,

Plastik akan bermuatan negative karena electron akan berpindah dari wol menuju plastic.

 

Plastic bisa diganti dengan mika atau balon. Dan wol bias diganti dengan rambut.

 

 

8.      Perhatikan gambar berikut !      

  


Setelah melakukan langkah 1 dan 2, maka kutub magnet pada titik A,B,C, dan D berturut – turut adalah ….

 

Dari gambar B kutub selatan. Jika B selatan maka C utara, jika c utara maka D selatan.

 

 

9.      Gambar berikut ini menunjukkan grafik hubungan antara suhu dengan kalor. Jika massa benda 5 kg maka hitunglah besar kalor lebur benda tersebut !

 


 

Karena yang di ketahui adalah kalor pada B dan C, maka kita akan mencari kalor antara B dan C.

 

Kalor B dan C = m x Kalor Lebur

125 – 75 =  5 Kg x kalor lebur

50 J = 5 Kg x kalor lebur

 

Kalor lebur = 10 J/Kg

 

 

 

10.      Perhatikan gambar berikut !

 

 


 

 

Hitunglah besar kuat arus pada rangkaian tersebut !

 R total = R1 + R2 + R3   =  2 + 3 + 4  = 9 ohm

 V = I X R        9 volt = I x 9 ohm

 Jadi I = 1 ampere


CARA MENJALANKAN APLIKASI UJIAN CBT 266

LANGKAH-LANGKAH UJIAN CBT 266 1. Klik  https://smpn266jkt.github.io/CBT266/ 2. masukkan ID anda   :   VII-266-PUHB-XXX   (xxx) tergantung si...