Sunday, December 16, 2018

Zat Aditif dan Zat Adiktif

Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup, maka dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus. Jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa. Zat yang bukan tergolong narkotika dan psikotropika tetapi menimbulkan ketagihan antara lain kopirokokminuman keras, dll.

Pengertian Zat Adiktif



Sebelum membahas lebih jauh tentang macam-macam mauopun dampak yang bisa di timbulkan oleh zat adiktif, tentu saja sangat penting untuk mengenal definisinya terlebih dahulu. Dalam hal ini zat adiktif secara bahasan berasal dari dua kata yakni zat dan adiktif. Jika di gabungkan menjadi zat adiktif maka bisa di maknai sebagai zat yang bersifat adiktif .

Namun, zat adiktif ini bukanlah sebuah sifat melainkan nama. Jadi, kumpulan zat-zat yang memiliki efek masing-masing untuk tubuh ini memiliki nama sebagai zat adiktif. Namun zat adiktif ini memiliki kriteria yang berbeda antata satu dengan yang lainnya. Ada yang risikonya tinggi dan ada yang rendah.
Secara lebih jelas, zat adiktif di pahami sebagai zat yang biasanya di tambahkan dalam berbagai resep. Baik itu minuman, makanan maupun lainnya sehingga bisa masuk dalam tubuh. Zat adiktif ini tergolong zat yang cukup berbahaya. Apalagi jika tidak di konsumsi sesuai kadarnya. Pada akhirnya, mengkonsumsi zat adiktif bisa menjadikan ketagihan pada konsumennya.

Macam-Macam Zat Adiktif



Zat adiktif tentu saja tidak hanya ada satu dua. Namun ada banyak sekali yang tergolong dalam nama zat adiktif. Namun ada yang cukup familiar dan ada yang tidak. Sedangka untuk macamnya secara umum, ada 4 macam zat adiktif yang sering beredar. Secara rinci zat tersebut adalah inhalasin, nikotin, kafein dan narkoba.

Inhalasin

Inhalasih ini mungkin merupakan salah sau zat adiktif yang kurang banyak di kenal. Dalam hal ini, inhalasin memang tidak cukup familiar, namun tingkat bahayanya masih sama saja dengan beberapa jenis zat adikitif lainnya jika di gunaka secara berlebihan. Sedangkan berdasarkan bahannya, inhalasin terbuat dari bahan-bahan berupa beberapa larutan yang bersifat khusus.
Larutan yang di gunakan untuk meracik inhalasin terdiri dari larutan yang sifatnya gampang menguap. Diantara bahan-bahan yang di maksud adalah seperti cat semprot, hairspray, lem maupun pengharum ruangan. Selain itu bisa juga berasal dari gas ketawa maupun anestesi atau pembius. Sedangkan contoh inhalasin ini adalah eter dan kloroform.

Nikotin

Yang termasuk dalam daftar jenis zat adiktif selanjutnya adalah nikotin. Di bandingkan dengan inhalasin, tentu saja nama nikotin jelas lebih familiar. Biasanya yang terkenal dengan kandungan nikotin di dalamnya tidak lain adalah rokok. Dan inilah yang membuat nikotin terkenal karena rokok salah satu produk yang sangat banyak di konsumsi oleh para perokok di Indonesia.
Nah, terkait dengan asal-usul mengapa rokok ini mengandung nikotin tidak lain adalah karena bahan rokok sendiri merupakan tembakau. Sebenarnya yang kuat akan kandungan nikotinnya adalah tembakau. Selanjutnya ketika di racik menjadi rokok, otomatis kandungan tersebut akan masuk pada rokoknya. Sedangkan beberapa dampak rokok adalah bronkitis, emfisema, dan infeksi tenggorokkan.

Kafein

Selanjutnyam yang juga merupakan salah satu zat adiktif berbahaya yang mungkin juga sangat familiar namanya bagi Anda adalah kafein. Kafein merupakan zat yang memiliki khasiat dapat menstimulasi susunan syaraf pusat. Dalam hal ini efek yang di timbulkannya bisa menghilangkan rasa lapar, rasa letih hingga rasa kantuk.
Tentu saja ini sangat menarik untuk menemani hari-hari lembur konsumennya. Sedangkan yang mengandung kafein ini diantaranya adalah teh dan kopi, namun dengan kadar yang sedikit. Nah, meski mengkonsumsinya cukup menguntungkan, namun jangan sampai angka konsumsi Anda terhadap nikotin ini terlalu berlebihan karena bisa berakibat pada gagal ginjal dan gangguan jantung.

Narkoba

Yang terakhir, zat adiktif yang tergolong sangat berbahaya di sini adalah narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, prikotropika dan zat adiktif berbahaya lainnya. Zat narkoba ini biasanya di masukkan dalam tubuh dengan di minum, di hisap maupun di suntikkan. Efek dari narkoba akan menimbulkan berubahnya pikiran, suasana hati, maupun perilaku konsumen.
Narkoba ini adalah salah satu zat berbahaya yang sangat di larang penggunaannya terutama di Indonesia yang merupakan negara hukum. Dalam hal ini, narkoba bisa merusak banyak organ tubuh maupun sistem syaraf Anda. Yang berbahaya lagi adalah efek kecanduan yang di timbulkannya. Sekali Anda terkena konsumsi narkoba, maka akan sangat sulit untuk lepas darinya.

Dampak Negatif Zat Adiktif



Melihat dari pengertian dan macam-macam zat adiktif, tentu saja sudah tidak dapat di pungkiri bahwasanya jenis zat tersebut memang berbahaya. Meskipun ada beberapa yang tidak apa-apa di konsumsi dalam kadar secukupnya, namun jika Anda berlebihan tentu saja efeknya pun tidak akan baik untuk kesehatan maupun untuk lingkungan sekitar Anda.

Dalam hal ini tentu saja dampak yang akan di timbulkan oleh zat adiktif juga tidak main-main. Akan tetapi, dampak ini tidak sama antara jenis satu dengan jenis yang lain. Ada yang risikonya besar dan ada yang sederhana-sederhana saja. Sedangkan beberapa dampak secara khusus dari masing-masing zat adiktif tersebut adalah sebagai berikut.
dampak penyalahgunaan minuman alkohol
Alkohol ini merupakan salah satu zat adiktif yang sangat berbahaya. Namun, meski sudah banyak penyuluhan terkait betapa berbahayanya alkohol, tetap saja masih banyak sekali yang mengkonsumsinya dengan berbagai alasan. Padahal, ketika seseorang mengkonsumsinya, dia tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga orang lain mengingat sifatnya sebagai depresan.
Selanjutnya, kini sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui dampak alkohol secara nyata bagi kesehatan. Diantara dampak berbahaya tersebut adalah bisa menyebabkan gangguan pada syaraf dan jantung. Selain itu juga bisa menyebabkan gangguan dalam sistem metabolisme tubuh. Bahkan, yang tidak kalah parah adalah risiko cacat, impoten, maupun gangguan seks lainnya.

Dampak penyalahgunaan ganja

Jika dalam poin macam-macam zat adiktif di sebutkan bahwasanya salah satu zat yang paling berbahaya adalah narkoba, maka contoh dari narkoba ini tidak lain adalah ganja. Dengan begitu, tentu saja ganja adalah salah satu konsumsi terlarang yang sangat membahayakan bagi Anda maupun lingkungan sekitar Anda.
Ganja menjadi sangat berbahaya di sebabkan karena kandungan di dalamnya yang memang mengkhawatirkan dan bisa mengakibatkan berbagai resiko tinggi. Dalam hal ini mengkonsumsi ganja bisa menyebabkan konsumennya memiliki daya tahan tubuh yang semakin melemah. Selain itu juga semakin mudah terserang penyakit dan aliran darah pun menjadi semakin tidak baik.
Dampak penyalahgunaan halusinogen
Zat adiktif diantaranya ada yang memiliki dampak sebagai halusinogen. Dalam hal ini setelah mengkonsumsi, maka konsumen bisa merasakan halusinasi yang cukup tinggi karena zat yang terkandung di dalamnya memang langsung merujuk pada sistem syaraf. Secara lebih jelas, halusinigen akan di terangkan lebih lanjut di poin selanjutnya.
Sedangkan kali ini, fokus pada pembahasan mengenai dampak halusinogen, di sini halusinogen akan berdampak sangat buruk pada organ tubuh Anda khususnya untuk wilayah sistem syaraf. Dengan demikian, tentu saja yang harus di perhatikan adalah bagian otak. Dalam hal ini halusinogen bisa mengakibatkan pendarahan pada otak sehingga banyak juga efek selanjutnya yang bisa terjadi.

Dampak penyalahgunaan kokain

kokain juga merupakan salah satu jenis zat adiktif yang sangat berbahaya. Jika tingkat konsumsi Anda dalam jumlah kecil dan wajar-wajar saja atau sesuai kebutuhan sebenarnya tidaklah ada masalah. Akan tetapi, lain dari itu, jika zat adiktif ini di konsumsi secara berlebihan tentu saja akan mengakibatkan efek samping tertentu yang mungkin tidak akan Anda bayangkan sebelumnya.
Nah, dampak buruk dari mengkonsumsi kokain ini tidak lain adalah terjadinya anemia atau kekuranga sel darah putih. Jika di konsumsi dalam jangka panjang, tentu ini akan terjadi. Pada akhirnya badan Anda pun akan semakin kurus. Selain itu terlalu banyak kokain juga bisa menyebabkan perforesi pada sekat hidung dan menimbulkan aritma pada organ jantung Anda.

Dampak penyalahgunaan apioda

Sebagaimana zat adiktif lainnya, zat yang satu ini tentu saja tidak kalah berbahaya. Dalam hal ini apioda bisa mengakibatkan berbagai gangguan organ khusus. Ketika apioda masuk dalam tubuh bisa mengakibatkan tubub gangguan menstruasi pada wanita. Sedangkan untuk pria, zat adiktif berbahaya ini bisa berakibat pada impotensi dan konstipasi khronuk.

Dampak penyalahgunaan inhalasin

Dalam poin sebelumnyam inhalasin telah di singgung sebagai salah satu jenis zat adiktif yang bisa membahayakan tubuh. Dalam hal ini inhalasin memang bisa mengakibatkan berbagai dampak buruk untuk kesehatan. Apalagi jika di gunakan secara berlebihan. Bisa jadi penggunanya akan mengalami pusing di kepala. Bahkan bisa juga berdampak pada kondisi tidak sadarkan diri.
Nah, tidak hanya berhenti sampai di sana, ternyata inhalasin juga bisa berakibat pada kondisi kritis pada beberapa organ tubuh. Bagaimana tidak, jika sudah berefek parah, inhalasin ini bisa mengakibatkan gangguan pada beberapa organ yang sangat penting bagi tubuh. Diantaranya seperti gangguan pada lever, gangguan pada jantung, hingga gangguan pada otak.

Dampak penyalahgunaan non obat

yang di maksud dengan penyalahgunaan non obat ini adalah beberapa resep yang biasanya banyak di temui di masyarakat untuk tujuan tertentu. Biasanya ada beberapa benda uang memang sengaja di salahgunakan agar bisa mendapatkan efek tertentu setelah memakainya. Diantara benda-benda yang di maksud di sini seperti bensin, tiner, racun serangga, lem, dan lain sebagainya.
Bahan-bahan ini termasuk daftar bahan yang sifatnya cukup keras. Karena itu, tentu saja akan sangat berbahaya jika di salahgunakan dalam hal apa pun. sedangkan efeknya pada tubuh akan menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup parah dan serius. Salah satu gangguan yang bisa di timbulkannya adalah terjadinya infeksi emboli.

Penggolongan Zat Adiktif



Yang termasuk dalam zat adiktif ini memang cukup banyak. bahan-bahan yang merupakan resepnya pun tidak sedikit. Oleh karena itu tidak heran jika zat adiktif pun memiliki banyak jenis dan penggolongan. Nah, dalam hal ini berdasarkan efek yang di timbulkan ada tiga golongan zat adiktif. Ketiganya adalah stimulan, halusinogen dan depresan.

Stimulan

jika berbicara mengenia penggolongan zat adiktif, maka yang pertam banyak di kenal di kalangan masyarakat adalah stimulan. Sesuai dengan namanya, zat ini akan memberikan stimulasi atau perangsangat tertentu bagi siapa pun yang mengkonsumsinya. Sedangkan yang di rangsang oleh stimulan sendiri langsung mengarah pada pusat syaraf.
Nah, ketika sudah mengkonsumsi stimulan, maka pengkonsumsi akan merasakan kinerja organ tubuhnya menjadi semakin cepat. Katakan saja seperti organ jantung, pernapasan maupun tekanan darah. Dalam hal ini, tekanan darah akan semakin cepat, begitu pula dengan detak jantung yang juga semakin cepat. Sedangkan contoh zat adiktif jenis ini adalah seperti nikotin, kokain, dan kafein.

Halusinogen

Golongan zat adiktif yang kedua adalah halusinogen. Namanya juga halusinogen, tentu saja akan menimbulkan efek berupa halusinasi bagi para pengkonsumsinya. Hal ini bisa terjadi karena zat tersebut ketika masuk dalam tubuh akan mengganggu sistem syaraf. Karena itulah halusinogen cukup berbahaya jika di salah gunakan.
Dalam hal ini halusinogen tidak hanya membahayakan diri sendiri. Ketika seseorang mengkonsumsinya dan berkeliaran di mana-mana tentu saja akan membahayakan orang lain. Selain itu, untuk kesehatan dan masa depan tubuh Anda pun sangat berefek negratif. Sedangkan salah satu jenis halusinigen ini adalah LSA.

Depresan

Golongan dari zat adiktif yang terakhir adalah depresan. Dalam hal ini depresan memiliki fungsi dan efek yang bertolak belakang dengan stimulan. Jika telah di bahas sebelumnya bahwa stimulan akan meningkatkan kinerja organ tubuh, maka depresan akan melemahkan kinerjanya. Jadi, seperti tekanan darah, kontraksi otot dan sejenisnya akan segera menurun setelah depresan di konsumsi.
Dalam hal ini bisa di katakan juga bahwasanya depresan akan memberikan efek seperti obat tidur pada konsumennya. Hal ini karena pengkonsumsi depresan dengan segera akan kehilangan kesadaran terhadap dunia luar ketika sudah bersentuhan dengannya. Sedangkan salah satu contoh depresan yang sangat mudah di temui dan banyak sekali di konsumsi tidak lain adalah alkohol.
Bagaimana Menghindari Penggunaan Zat Adiktif Berbahaya?


Mengingat betapa berbahayanya zat adiktif untuk kesehatan maupun untuk mental tentu saja sangat penting untuk menghindai penggunaan dan konsumsi zat tersebut. Terutama jika di lakukan secara berlebihan. Nah, untuk menghindari penggunaan zat adiktif yang berbahaya, kini Anda harus memulai pola hidup sehat. Selain itu, silahkan Anda jaga pegaulan sehingga tidak salah lingkungan.

Sejauh ini tentu saja sudah sangat jelas bagi Anda apa itu zat adiktif, bagaimana dampaknya dan apa saja jenis-jenisnya. Sekalipun tidak terlalu mendalam, paling tidak bisa di simpulkan bahwasanya zat adiktif merupakan salah satu zat yang berbahaya dan perlu untuk di hindari. Apalagi jika yang di maksud adalah jenis yang cukup keras sebagaimana alkohol, apalagi narkoba.

Wednesday, December 12, 2018

LISTRIK DINAMIS

Hasil gambar untuk listrik dinamis
KERJAKAN SOAL-SOAL LISTRIK STATIS ----> KLIK DI SINI

LISTRIK STATIS



rumus listrik statis
sumber : http://www.yuksinau.id/listrik-statis/#!


SOAL-SOAL LISTRIK DINAMIS DARI PAK RUSDI BISA KLIK DI SINI YA---> HHHHH

MASSA JENIS

Massa jenis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigationJump to search
massa jenis, densitas, rapatan
Simbol umumρ
Satuan SIKg/m3, Kg·m−3
Massa jenis atau densitas atau rapatan adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).

Satuan[sunting | sunting sumber]

Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (Kg/m3, Kg·m−3).
Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah
dengan
ρ adalah massa jenis,
m adalah massa,
V adalah volume.
Satuan massa jenis dalam 'CGS [centi-gram-sekon]' adalah: gram per sentimeter kubik (g/cm3).
1 g/cm3=1000 kg/m3
Massa jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000 kg/m3 Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk menghitung, maka massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2 menghitung massa jenis, atau yang dinamakan 'Massa Jenis Relatif'
Rumus massa jenis relatif = Massa bahan / Massa air yang volumenya sama

Contoh massa jenis beberapa material (1 kg = 1000 gr)


Nama zatρ dalam kg/m3ρ dalam gr/cm3
Air (4 derajat Celcius)1.000 kg/m31 gr/cm3
Alkohol800 kg/m30,8 gr/cm3
Air raksa13.600 kg/m313,6 gr/cm3
Aluminium2.700 kg/m32,7 gr/cm3
Besi7.874 kg/m37,87 gr/cm3
Emas19.300 kg/m319,3 gr/cm3
Kuningan8.400 kg/m38,4 gr/cm3
Perak10.500 kg/m310,5 gr/cm3
Platina21.450 kg/m321,45 gr/cm3
Seng7.140 kg/m37,14 gr/cm3
Udara (27 derajat Celcius)1,2 kg/m30,0012 gr/cm3
Es920 kg/m30,92 gr/cm3

SUHU DAN KALOR

SUHU DAN KALOR


A.   KALOR DAN PENGARUHNYA
Kalor adalah suatu bentuk energi yg secara alamiah dapat berpindah dari benda yang suhunya tinggi menuju suhu yang lebih rendah saat bersinggungan.
Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas. Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda

                1. Kalor Mengubah Suhu Benda
     Besarnya kalor (Q) yang dibutuhkan untuk mengubah suhu berbanding lurus dengan
     massa benda (m), kenaikan suhu dan kalor jenis.

Q=m x c x ∆t          atau          Q= C x ∆t
Dengan:
Q  = kalor yang dibutuhkan (joule)
m  = massa benda (kg)
c   = kalor jenis (J/kg°C)
∆t = perubahan suhu (°C)
C  = m x c = kapasitas kalor (J/°C)

Selain joule (J), terdapat satuan kalor yang sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-sehari, yaitu kalori. Satu kalori dapat didefinisikan kalor yang diperlukan tiap 1 gram air , sehingga suhunya naik 10C. Terdapat kesetaraan antara satuan joule dan satuan kalori yang biasa disebut tara kalor mekanik.
1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan tiap satu satuan massa zat untuk menaikkan suhu 1 kilogram zat sebesar 1°C. Secara matematis dapat dituliskan
\!c=\frac{Q}{\!m\times\Delta\!t}

Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan suatu zat untuk menaikkan suhu sebesar 1°CSecara matematis dapat dituliskan
C=m x c

2.       Kalor Mengubah Wujud Benda
Besarnya energi kalor (Q) yang dibutuhkan untuk mengubah wujud suatu zat berbanding lurus dengan massa benda (m) dan kalor laten (L)

Q= m x L
Dengan L = kalor laten
Kalor Laten adalah kalor yang dibutuhkan tiap satu satuan massa zat untuk mengubah wujudnya tanpa mengalami perubahan suhu. Terdapat dua kalor laten yaitu:
a)    Kalor Lebur (L) : Banyaknya kalor ynag dibutuhkan tiap satu satuan massa zat untuk melebur pada titik leburnya. Besar energi kalor yang dibutuhkan:
Q= m x L ,  dengan L= kalor lebur (J/kg)
b)    Kalor uap  (U) : Banyaknya kalor ynag dibutuhkan tiap satu satuan massa zat cair untuk menjadi uap pada titik didihnya. Besar energi kalor yang dibutuhkan:
Q= m x U ,  dengan U= kalor uap (J/kg)
Faktor yang dapat dilakukan mempercepat penguapan pada zat cair antara lain: 
a)    Memanaskan atau dipanaskan 
b)    Memperluas permukaan
c)    Meniup udara di atas permukaan
d)    Mengurangi tekanan udara di permukaan

Secara umum wujud zat adalah padat, cair dan gas. Zat mampu berubah wujud jika diberi kalor dari luar sistem ataupun melepas kalor ke lingkungan. Terdapat 6 macam perubahan wujud zat, yakni :


Dari keenam perubahan wujud tersebut, dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis perdasarkan penyerapan atau pelepasan kalor oleh sistem.

1. Perubahan wujud yang memerlukan kalor (menyerap kalor)a. Mencair
b. Menguap
c. Menyublim
2. Perubahan wujud yang melepaskan kalor
a. Membeku
b. Membeku
c. Mengkristal


B.   ASAS BLACK
Dua buah benda yang berbeda suhunya jika dicampur maka benda yang bersuhu rendah akan menyerap kalor dan benda yang bersuhu tinggi akan melepas kalor. Sesuai dengan asas Black menyatakan bahwa besarnya kalor yang diserap sama dengan kalor yang dilepas.


Qlepas = Qterima
 m x c x Δt = m x c x Δt

Hubungan konversi energi listrik menjadi energi kalor dirumuskan: 

W = Q
 
P x t = m x c x Δt

Keterangan:
 
W = energi listrik (joule)
 
Q = jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan (joule)
 
P = daya listrik (watt)
 
t = selang waktu pemakaian listrik (sekon)
 
m = massa benda (kg)
 
c = kalor jenis zat (joule/kg
 °C)  

C.   PERPINDAHAN KALOR
1.    Konduksi
Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Contoh:
a)    Pemanas batang besi
b)     Alat masak yang terbuat dari logam
2.    Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Contoh:
a)    Peristiwa memasak air
b)     Terjadinya angin darat dan angin laut
3.    Radiasi
Radiasi adalah perpindahan panas tanpa melalui perantara. Contoh:
a)    Cahaya matahari dapat sampai ke bumi
b)    Api unggun untuk menghangatkan anak pramuka
c)    Pembuatan pengapian di rumah

CIRI-CIRI MAHLUK HIDUP



10 Ciri-ciri Makhluk Hidup

By  | February 19, 2018

ciri-ciri makhluk hidup
Ruang lingkup pembahasan makhluk hidup mencaku manusia, hewan, dan tumbuhan. Seperti yang sobat idschool ketahui bahwa makhluk dibedakan menjadi dua, yaitu makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Setiap makhluk hidup pasti memenuhi ciri-ciri yang menggolongkan makhluk tersebut ke dalam jenis makhluk hidup. Melalui halaman ini, akan dibahas 10 ciri-ciri makhluk hidup yang pasti dipenuhi oleh setiap makhluk hidup.
Simak penjelasan lebih lanjut untuk masing-masing ciri makhluk hidup yang telah disampaikan secara ringkas pada daftar di atas.
 Bernafas
Ciri-ciri makhluk hidup yang pertama adalah bernafas. Seacar otomatis, setiap makhluk hidup pasti akan bernafas. Pada manusia dan hewan, bernafas adalah kegiatan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Lain halnya dengan tumbuhan, proses bernafas pada tumbuhan berkebalikan dengan proses bernafas pada manusia dan hewan. Tumbuhan menghirup karbondioksida dan mengeluarkan oksigen. Karbondioksida dihirup oleh tumbuhan melalui stomata (mulut daun) dan lentisel (lubang-lubang pada batang tumbuhan) kemudian digunakan dalam proses fotosintesis. Salah satu hasil fotosintesis adalah oksigen. Hal inilah yang membuat sobat idschool merasa sejuk jika berada di bawah pohon.
bernafas

Bergerak

Selanjutnya, ciri makhluk hidup yang ke dua adalah bergerak. Manusia dan hewan dapat bergerak menggunakan alat gerak yang dimilikinya. Manusia dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan kaki mereka. Sedangkan cara bergerak hewan beraneka ragam, ada hewan yang bergerak menggunakan kaki, sirip, tubuh, sayap, dan lain sebagainya. Contoh hewan yang bergerak denggan kaki adalah itik, sapi, kambing, dan lain sebagainya. Sedangkan hewan yang bergerak dengan sirip adalah ikan. Kelompok hewan yang menggunakan tubuh mereka untuk bergerak disebut hewan melata, seperti ulat dan ular. Burung menggunakan sayapnya untuk terbang, bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Lalu bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuhan pun ternyata juga melakukan aktifitas bergerak. Gerak pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya pengaruh air, cahaya matahari, zat kimia, dan lain sebagainya.
Membutuhkan Makan
Semua makhluk hidup pasti membutuhkan makan. Makanan yang dikonsumsi akan menjadi sumber energi bagi makhluk hidup untuk melakukan berbagagi aktifitas sehari-hari. Berdasarkan cara mendapat makanan, makhluk hidup dibagi menjadi 2 macam, yaitu autotrof dan heterotrof.
Jenis makhluk hidup autotrof dapat menghasilkan makanan sendiri. Kelompok jenis makhluk hidup yang termasuk dalam autotrof hanya tumbuhan hijau. Tumbuhan mampu menghasilkan makanan sendiri melalui kegiatan fotosintesis.
Sedangkan jenis makhluk hidup heterotrof tidak dapat menghasilkan makanan sendiri. Kelompok jenis makhluk hdiup yang termasuk dalam heterotrof adalah manusia dan hewan.
membutuhkan makan

Tumbuh dan Berkembang

Semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, atau tumbuhan, pasti mengalami tumbuh dan berkembang. Proses tumbuh manusia berawal dari bayi dalam kandungan yang berkembang menjadi dewasa, hingga pada akhirnya akan menjadi tua. Proses tumbuh dan berkembang pada hewan hampir sama dengan proses tumbuh dan berkembang pada manusia. Sedangkan proses tumbuh pada tumbuhan berawal dari bibit sampai tumbuh menjadi pohon besar yang mampu menghasilkan makanan untuk makhluk hidup jenis lain seperti manusia dan hewan.
tumbuh dan berkembang

Berkembang Biak (Reproduksi)

Ciri makhluk hidup berikutnya adalah berkembang biak. Proses manusia berkembang biak diawali dengan bertemunya sperma dan ovum, dari sanalah bakal individu baru akan terbentuk di dalam rahim. Sedangkan cara reproduksi hewan dibeddakan menjadi tiga, yaitu ovipar, vivipar, dan ovovivipar. Pada tumbuhan, cara berkembang biak juga dapat terjadi melalui berabagi cara, seperti geragih, stolon, stek, dan lain sebagainya.
berkembang biak

Iritabilitas (Peka Terhadap Rangsang)

Manusia mempunyai kulis sebagai indra peraba. Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang peka terhadap rangsang. Rangsang tersebut dapat berupa panas, dingin, atau tekanan. Cara hewan peka terhadap rangsang hampir sama dengan manusia. Bahkan, ada beberapa jenis hewan yang lebih peka terhadap rangsang tertentu. Misalnya kelelawar yang peka terhadap rangsang getaran berupa pantulan bunyi, kemampuan kelelawar ini sering disebut ekolokasi. Sedangkan tumbuhan juga peka terhadap rangsang, bisa berupa rangsang cahaya seperti pada bunga pukul 4 (Mirabilis jalapa), atau rangsang sentuhan seperti pada putri malu.
peka terhadap rangsang

Memiliki Metabolisme Tubuh

Metabolisme adalah proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Proses metabolisme berlangsung di dalam sel tubuh, kegiatannya berupa transformasi energi berupa bahan makanan seperti glukosa, asam amino, dan asam lemak menjadi sumber energi (ATP) untuk melakukan berbagai aktifitas sehari-hari.
Metabolisme dibagi menjadi dua, yaitu anabolisme dan katabolisme.
Anabolisme merupakan proses metabolisme yang merubah beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kompleks. Contoh proses metabolisme dapat dilihat pada proses fotosintesis pada tumbuhan hijau.
Katabolisme adalah proses penguraian senyawa kimia kompleks, contohnya adalah penguraian zat gula menjadi air dan CO_{2 }.
Selain itu, metabolisme juga mencakup ekskresi, sekresi, dan defekasi. Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair atau gas yang sudah tidak bermanfaat bagi tubuh, misalnya keringat. Sekresi adalah proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan didalam tubuh, contohnya adalah zat berupa enzim dan hormon. Sedangkan defekasi adalah proses pengeluaran sisa pencernaan melalui anus.
metabolisme

Memiliki Kemampuan Beradaptasi

Adaptasi merupakan cara yang dilakukan makhluk hidup untuk menyusuaikan diri terhadap lingkungan. Adaptasi makhluk hidup dibedakan menjadi 3, yaitu adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.
Pengertian adaptasi morfologi adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap bagian tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya. Contohnya adalah burung yang memiliki paruh sesuai dengan jenis makanannya.
Adaptasi fisiologi adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap perbedaan fungsi dari bagian-bagian tubuh yang dipengaruhi oleh lingkungan. Contohnya kulit manusia di daerah tropis cenderung lebih berminyak dibanding kulit manusia di daerah dingin.
Adaptasi tingkah laku adalah kemampuan menyesuaikan tingkah laku terhadap lingkungan.
adaptasi

Regulasi

Regulasi dapat diartikan sebagai kemampuan makhluk hidup untuk melakukan keserasian dalam tubuh. Keserasian menyesuaikan kemampuan diatur oleh syaraf dan hormon. Misalnya, banyaknya konsumsi gula akan membuat tubug menghasilkan hormon insulin sesuai yang dibutuhkan pada seseorang dengan kemampuan regulasi tubuh yang normal. Contoh lainnya adalah seseorang yang mengalami luka akan secara otomatis membentuk benang fibrin untuk menutup luka di tubuh.
regulasi

Membutuhkan Suhu pada Rentang Tertentu

Ciri-ciri makhluk hidup yang ke sepuluh adalah membutuhkan suhu pada rentang tertentu. Pada lapisan kerak bumi yang sangat panas, tidak ditemukan makhluk hidup. Dasar lautan yang sangat dingin juga tidak ditemukan jenis makhluk hidup. Baik di kerak bumi yang sangat panas atau di dasar laut yang sangat dingin memiliki suhu di luar rentang suhu agar makhluk hidup bisa tinggal. Makhluk hidup tumbuh dan berkembang ditempat yang memiliki suhu sesuai. Daerah kutub memiliki suhu yang sangat dingin, namun masih terdapat makhluk hidup yang tinggal di sana. Hal ini dikarenan suhu di kutub masih sesuai dengan rentang suhu yang dibutuhkan suatu makhluk hidup untuk hidup.
ciri-ciri makhluk hidup
Sekian pembahasan mengenai ciri-ciri makhluk hidup yang meliputi bernafas, bergerak, membutuhkan makan, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, iritabilitas, memiliki metabolisme tubuh, memiliki kemampuan beradaptasi, regulasi, dan membutuhkan suhu pada rentang tertentu. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat

sumber : idscool.net

CARA MENJALANKAN APLIKASI UJIAN CBT 266

LANGKAH-LANGKAH UJIAN CBT 266 1. Klik  https://smpn266jkt.github.io/CBT266/ 2. masukkan ID anda   :   VII-266-PUHB-XXX   (xxx) tergantung si...